19 Agustus 2026 - Kabar duka menyelimuti skena kompetitif Dota 2 Indonesia. Organisasi esports REKONIX resmi mengumumkan pembubaran roster Dota 2 mereka pada 19 Agustus 2026, menutup perjalanan kurang lebih 13 bulan yang sempat membawa nama Indonesia menembus panggung turnamen internasional. Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa salah satu tim dengan roster full Indonesia di kancah Dota 2 dunia kini tidak lagi ada. Kabar perpisahan ini disampaikan langsung lewat akun X resmi REKONIX.

"Setelah kurang lebih 13 bulan perjalanan yang kita lewati bersama, hari ini perjalanan REKONIX sebagai sebuah tim resmi berakhir. Kita pernah menang, kalah, bahagia, kecewa, dan melewati begitu banyak rintangan bersama," Tulis admin rekonix


Sejarah Tim Rekonix

REKONIX pertama kali dibentuk pada Juli 2025 setelah mengambil alih mayoritas roster Tech Free Gaming (TFG). Roster awal ini diisi oleh lima pemain muda berbakat asal Indonesia : Musthofa Dzikry Pamungkas "Jikroy" (Carry), Muhammad Rizky Anugrah "inYourdreaM" (Midlaner), Saieful Ilham "Fbz" (Offlaner), Abdalla Putra Afemi "dalul" (Soft Support), dan Rizki Varizh "Varizh" (Hard Support), didampingi pelatih Sundabule dan analis sayang.

Dalam perjalanannya, REKONIX sempat mengalami sejumlah perubahan di jajaran kepelatihan. Pada April 2026, tim berpisah dengan analis sayang dan pelatih Sundabule usai SEA Qualifier DreamLeague Season 29, sebelum akhirnya merekrut Ivan "MinD_ContRoL" Ivanov sebagai pelatih baru pada masa percobaan di akhir bulan yang sama, dan Daniil "casual" Khrestianovskii bergabung sebagai analis pada Juni 2026. Namun, komposisi lima pemain inti relatif tidak berubah hingga tim resmi bubar.


Dominasi di Panggung Regional Asia Tenggara

Meski tergolong tim baru, REKONIX dengan cepat menunjukkan taringnya di kawasan Asia Tenggara. Mereka mencatatkan rekor fantastis dengan menjuarai empat edisi EPL World Series Southeast Asia secara beruntun, mulai dari Season 7, Season 8, Season 9, hingga Season 10 — sebuah pencapaian yang menegaskan dominasi mereka di level regional dalam waktu relatif singkat sejak berdiri.


Kancah pada kompetisi Internasional

Konsistensi REKONIX di level regional membuahkan hasil manis berupa tiket ke turnamen Internasional. Salah satu momen krusial terjadi saat mereka menjuarai Closed Qualifier SEA DreamLeague Season 29 setelah melibas Ivory dengan skor telak 3-0 di grand final, hasil yang membawa mereka bertanding langsung melawan raksasa dunia seperti Tundra Esports di panggung DreamLeague Season 29.

Selain DreamLeague, REKONIX juga tampil di ajang bergengsi Esports World Cup (EWC) 2026. Meski akhirnya tersingkir di fase grup setelah menelan empat kekalahan beruntun di Group C melawan tim-tim kuat dunia, salah satu momen membanggakan tercipta lewat kemenangan 2-0 atas Team Nemesis di laga penutup grup — sebuah hasil yang menjadi bukti nyata potensi roster asal Indonesia ini di hadapan lawan-lawan internasional.

Tim ini juga sempat menorehkan hasil positif dengan finis sebagai runner-up di Predator League 2026, menambah daftar panjang pencapaian mereka sepanjang berkiprah di dunia Dota 2 profesional. Sepanjang perjalanannya, REKONIX tercatat mengumpulkan total hadiah sekitar 131.795 dolar AS dari berbagai turnamen yang mereka ikuti.


Jalan Menuju Pembubaran

Meski sempat menorehkan sejumlah prestasi, jalan REKONIX menuju TI 2026 tidak semulus yang diharapkan. Tim ini gagal mengamankan tiket ke The International 2026 setelah hanya finis di posisi ketiga pada turnamen kualifikasi regional Asia Tenggara pada Juni 2026. Kegagalan ini, ditambah hasil kurang memuaskan di EWC 2026, menjadi rangkaian pukulan yang pada akhirnya membawa organisasi pada keputusan berat untuk membubarkan roster mereka pada 19 Agustus 2026. Berikut roster akhir dari Tim Rekonix :

  • Position 1 : Musthofa Dzikry "Jikroy" Pamungkas
  • Position 2: Muhammad Rizky "InYourdreaM" Anugrah
  • Position 3 : Saieful "Fbz" Ilham
  • Position 4 : Abdalla Putra "dalul" Afemi
  • Position 5 : Rizky "Varizh" Varizh
  • Coach : Ivan "MinD_ContRoL" Ivanov

Meski REKONIX resmi mengakhiri kiprahnya, rekam jejak yang mereka ukir selama 13 bulan tetap memberi warna tersendiri dalam sejarah perjalanan esports Dota 2 Indonesia di panggung internasional. Dari dominasi empat gelar EPL World Series Southeast Asia beruntun, hingga keberanian mereka menantang tim-tim raksasa dunia di DreamLeague dan Esports World Cup, REKONIX membuktikan bahwa tim dengan roster full Indonesia mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Sukses untuk karir player ex-Rekonix kedepannya!

"Mari tetap dukung terus player indonesia di industri dota2" - Admin